TELEKOMUNIKASI DAN INFORMASI

Perkembangan teknologi di segala bidang telah sedemikian cepat membuana, demikian pula pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

Dalam arti luas telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio dan sistem elektromagnetik lainnya ( Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi ).

Sehubungan dengan penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Maybrat yang perlu diketahui oleh semua pihak baik pada skala regional, nasional dan internasional, maka kebutuhan akan sarana dan prasarana telekomunikasi merupakan kebutuhan yang amat mendesak dan diharapkan merupakan prioritas.

Seiring dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, maka pembangunan sarana dan prasarana telekomunikasi bagi dan oleh Pemerintah Kabupaten Maybrat merupakan langkah strategis . Keberadaan Kabupaten Maybrat dengan segala potensi awal dan perkembangannya perlu informasikan kepada publik secara terbuka dan dapat diakses melalui sarana telekomunikasi yang diadakan.

Sehubungan dengan hal tersebut maka dibidang telekomunikasi Pemerintah Kabupaten Maybrat telah merencanakan untuk membangun sarana dan prasarana telekomunikasi .

Sarana dan prasarana telekomunikasi yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Maybrat adalah pembangunan beberapa menara pemancar satelit bumi yang berkedudukan :

1.   Di  Kumurkek ibu kota  Kabupaten Maybrat yang menjangkau seluruh kawasan Aifat;

2.   Di Fategomi , yang menjangkau seluruh kawasan Aitinyo;

3.   Di Yukase , yang menjangkau seluruh kawasan Ayamaru Utara dan Mare .

4.   Di  Mefkajim Ayamaru , yang menjangkau seluruh kawasan Ayamaru dan Ayamaru Jaya.

B.    PERHUBUNGAN DARAT

Sebagaimana telah disebutkan pada halaman terdahulu, bahwa luas Kabupaten Maybrat berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2009 adalah kurang lebih 5.461,690 km².

Bahwa satu-satunya  sarana perhubungan darat adalah jalan , dimana pengertian jalan adalah prasarana transportasi darat termasuk bangunan pelengkapnya yang digunakan bagi lalu-lintas yang berada di permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air serta diatas air , kecuali jalan kereta api , jalan lori, dan jalan kabel.

Jalan sebagai bagian prasarana transportasi mempunyai peran yang amat penting dalam bidang ekonomi , sosial, budaya, lingkungan hidup, politik , pertahanan dan keamanan.

Keberadaan wilayah Kabupaten Maybrat seluruhnya di pedalaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya prasarana jalan telah terbukti bahwa jalan antara Teminabuan ke Ayamaru yang berjarak  64 km adalah dibangun oleh masyarakat yang difasilitasi oleh Pemerintah Belanda sekitar tahun 1958.

Bukti lain yang cukup membanggakan tentang kesadaran masyarakat Maybrat akan pentingnya jalan dapat dilihat hingga kini. Bahwa Kabupaten Maybrat sebagai satu-satunya kabupaten di pedalaman yang memiliki ruas jalan darat terpanjang di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sejarah telah mencatat bahwa semangat masyarakat untuk membangun jalan antara kampung dengan kampung  di awali dengan dilakukannya pembangunan jalan dari Desa Mefkajin ke Desa  Sauf melalui Koma-koma pada sekitar tahun 1984 yang difasilitasi oleh Kantor Departemen Tenaga Kerja Kabupaten Sorong dengan Proyek Padat Karya Gaya Baru. Dimana masyarakat pekerja pada waktu itu  dengan penuh semangat bekerja untuk membangun jalan dikampung dan desanya. Prinsip padat karya, dengan kegiatan dari, oleh dan untuk masyarakat  memberi peluang kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerahnya. Dengan diberikan sekedar Uang Perangsang Kerja ( UPK) yang setara dengan upah minimum dibayarkan secara mingguan sebesar Rp.7.200,- ( tujuh ribu dua ratus rupiah ) atau Rp. 1.200,- (seribu dua ratus rupiah ) per hari. Pembangunan jalan desa dari Koma-Koma ke Desa Sembaro, pembangunan jalan dari Mefkajin ke Soroan , pembangunan jalan dari Mefkajim  ( depan SMA.I Ayamaru ) ke Segior , pembangunan jalan desa/kampung dari mata jalan Kabuskato ke Sipat (Arus) , pembangunan jalan dari Kambuaya ke Jitmau , pembangunan jalan dari Smochpanas ke Jitmau. Kemudian di Kecamatan (Distrik) Aitinyo pembangunan jalan kampung dari Jitmau ke Fategomi, pembangunan jalan dari Athabu ke Eway , dilanjutkan dari Eway ke Yaksoro dan  Yaksoro sampai Aitinyo. Di Distrik Aifat pembangunan jalan desa dari Ayawasi ke Kumurkek , dari Kokas ke Mapura, dari Susumuk ke Yaksoro dan secara swadaya masyarakat Desa/Kampung Arus telah membangun jalan hingga tembus ke jalan raya Teminabuan Ayamaru berada di  sekitar kilometer 38.

Jalan yang dibangun oleh masyarakat secara sederhana dengan menggunakan peralatan manual yang disediakan berupa cangkul, sekop, pakuel (gancu), linggis dan hamer serta peralatan pertukangan  manual lainnya. Kini sebagian besar jalan yang dibangun oleh masyarakat   telah ditingkatkan menjadi jalan aspal dan japat ( jalan padat ) oleh instansi teknis terkait.

Pembangunan jalan dengan sistim “ Padat Karya “ yang dilaksanakan oleh masyarakat tersebut telah memotivasi pembangunan jalan di seluruh wilayah Kabupaten Maybrat. Hingga saat ini dapat dikatakan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Maybrat telah dihubungkan dengan  jalan darat yang dapat di tempuh dengan waktu relatif cepat .

Ruas jalan darat di seluruh wilayah Kabupaten Maybrat berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maybrat adalah …………..

………………………………………………………………

PERHUBUNGAN UDARA

Hubungan udara dilaksanakan dengan sistem transportasi yang mempunyai karakteristik tersendiri yang  mampu bergerak dalam waktu yang reatif cepat, menggunakan teknologi tinggi, padat modal dan memerlukan jaminan keselamatan dan keamanan serta kenyama-

nan yang optimal.

Perhubungan udara memiliki 2 (dua) sarana dan prasarana pokok yakni pesawat terbang (pesawat udara) dan landasan udara atau lapangan terbang. Pesawat terbang menurut pengertian penerbangan adalah setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer sebagai akibat dari gaya angkat dari reaksi udara yang ditimbulkan oleh mesin terhadap permukaan bumi . Dengan adanya sarana dan prasarana tersebut, maka timbul angkutan udara baik untuk angkutan penumpang dan/atau  barang dari satu bandar udara ke bandar udara yang lain .

Kemudian bandar udara (Lapangan terbang) adalah kawasan di daratan dan/atau diperairan dengan baras-batas tertentu digunakan untuk tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas , naik dan turunnya penumpang, barang dan dilengkapi dengan fasilitas tertentu untuk keperluan keselamatan dan keamamanan serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang laiinnya.

Di wilayah Kabupaten Maybrat pada saat ini mempunyai 4 (empat) bandar udara / lapangan terbang yakni bandar udara Kambuaya, bandar udara Ayawasi yang berstatus perintis, bandar udara Suswa dan Ayata merupakan bandar udara khusus.

Keberadaan bandar udara tersebut diatas pada awalnya tidak terlepas dari peran masyarakat dalam upaya agar daerahnya tidak terisolir dengan dunia luar .

Baik dalam rangka untuk mempercepat hubungan dengan daerah lain maupun semangat untuk menyediakan sarana perhubungan udara dengan kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat.

Suatu contoh pada sekitar tahun tujuh puluhan dengan cara gotong royong masyarakat pernah membangun dengan kemampuan sendiri suatu landasan udara di dekat Ayamaru yang dikenal dengan sebutan Feitmales , namun oleh karena elevasi landasan tersebut tidak memenuhi syarat maka tidak dapat digunakan. Keadaan ini tidak menyurutkan semangat  masyarakat , maka pada tahun 1975 dengan cara bergotong royong menggunakan alat manual berupa cangkul, sekop, linggis dan pakuel (gancu) dan hamer masyarakat membangun lapangan terbang di Smochpanas kurang lebih 3 km dari Kambuaya dan ternyata dapat dimanfaatkan dan hingga kini telah ditingkatkan.