Sektor Pertanian

Secara keseluruhan bukanlah sektor yang potensial, karena sektor ini tumbuh lambat dibawah rata-rata pertumbuhan sektor yang sama pada tingkat propinsi. meskipun menunjukan bahwa sektor pertanian mempunyai keunggulan lokasional karena didukung oleh ketersediaan sumberdaya lokal sehingga mempunyai daya saing namun sektor pertanian secara keseluruhan bukanlah sektor yang potensial di Kabupaten Teluk Bintuni.

Berikut ini adalah produksi pertanian bintuni

  1. Produksi padi sawah paling banyak terdapat pada distrik Bintuni dengan luas lahan panen 229 ha, total produksi sebesar 1.345 ton dengan rata-rata produksi sebesar 44, 98 kwintal/ha. Distrik Moskona Selatan dengan luas lahan panen adalah 38 Ha, total produksi sebesar 152 ton dengan rata-rata produksi sebesar 40 kwintal/ha. Produksi padi sawah paling sedikit terdapat pada distrik Tembuni dengan Luas lahan panen adalah 30 Ha, total produksi 120 ton dengan rata-rata produksi sebesar 40 kwintal/ha. Total luas lahan pemanfaatan tanaman padi sawah  untuk Kabupaten Teluk Bintuni adalah  367 Ha dengan total Produksi sebanyak 1.617 ton dengan rata-rata produksi sebesar 44,05 kwintal/ha.
  2. Produksi padi ladang paling banyak terdapat pada distrik Bintuni dengan luas panen adalah 65 Ha, total produksi sebesar 130 ton dengan rata-rata produksi sebesar 20 kwintal /ja. Distrik Moskona Selatan dengan luas lahan panen adalah 41 Ha, total produksi sebesar 82 ton dengan rata-rata produksi sebesar 20 kwintal/ha. Produksi padi ladang paling sedikit terdapat pada Distrik Timbuni dengan luas lahan panen adalah 23 Ha, total produksi sebesar 46 ton dengan rata-rata produksi sebesar 20 kwintal/ha.  Total luas lahan pemanfaatan tanaman padi ladang  untuk Kabupaten Teluk Bintuni Adalah 129 Ha dengan total produksi sebanyak 258 ton dengan rata-rata produksi sebesar 20 kwintal/ha.
  3. Produksi tanaman jagung paling banyak terdapat pada Distrik Timbuni dengan luas panen adalah 8 Ha, Distrik Moskona Selatan dengan luas lahan panen adalah 28 Ha, total produksi sebesar 55 ton dengan rata-rata produksi sebesar 19,64 kwintal. Produksi jagung paling sedikit terdapat pada distrik Kuri dengan luas panen adalah 15 Ha, total produksi sebesar 27 ton dengan rata-rata produksi sebesar 18,00 kwintal/ha. Total luas lahan pemanfaatan tanaman jagung untuk Kabupaten Teluk Bintuni adalah 261 Ha dengan total produksi sebanyak 506 ton dengan rata-rata produksi sebesar 19,39 kwintal/ha.
  4. Produksi tanaman ubi jalar paling banyak terdapat pada distrik Bintuni dengan luas lahan panen adalah 50 Ha, total produksi sebesar 659 ton dengan rata-rata produksi sebesar 131,80 kwintal/ha. Distrik Farfurwar dengan luas lahan panen adalah 37 Ha, total produksi  sebesar 495 ton  dengan rata-rata produksi sebesar 133,78 kwintal/ha. Produksi ubi jalar paling sedikit terdapat pada distrik Aranday dengan luas lahan panen adalah 25 Ha, total produksi sebesar 285 ton dengan rata-rata produksi sebesar 114,00 kwintal/ha. Total luas lahan pemanfaatan tanaman ubi jalar untuk Kabupaten Teluk Bintuni adalah 332 Ha dengan total produksi sebanyak  4.300 ton dengan rata-rata produksi sebesar 129,52 Kwintal/ha.
  5. Produksi tanaman ubi kayu secara keseluruhan pada kabupaten Teluk Bintuni adalah 2.111 ton dari luas lahan yang digunakan 322 Ha dengan rata-rata produksi sebesar 65,56 kwintal/ha. Daerah yang memiliki lahan terluas untuk areal tanam ubi kayu adalah Distrik Bintuni dengan total lahan seluas 48 Ha dengan hasil produksi sebanyak 329 ton  dengan rata-rata produksi per hektar  adalah 68,54 kwintal/ha. Diikuti distrik Merdey dan Moskona Utara yang sama-sama memiliki luas lahan panen adalah 37 Ha, total produksi sebesar 247 ton dengan rata-rata produksi sebesar 66,76 kwintal/ha. Produksi tanaman ubi kayu secara keseluruhan untuk Kabupaten Teluk Bintuni adalah 2.111 ton dari luas lahan yang digunakan 322 Ha dengan rata-rata produksi sebesar 65,56 kwintal/Ha.
  6. Untuk Produksi kacang tanah secara keseluruhan pada Kabupaten Teluk Bintuni adalah 60,9 ton dari luas lahan yang digunakan 83 Ha dengan rata-rata produksi sebesar 7,22 kwintal/Ha.
  7. Untuk produksi kacang kedelai secara keseluruhan pada Kabupaten Teluk Bintuni adalah 1.024,5 ton dari luas lahan yang digunakan 146 Ha dengan rata-rata produksi sebesar 70,17 kwintal/ha.
  8. Untuk produksi kacang hijau secara keseluruhan pada Kabupaten Teluk Bintuni adalah 15,6 ton dari luas lahan yang digunakan 21 Ha dengan rata-rata produksi sebesar 7,43 kwintal/ha.
  9. Untuk hasil produksi tanaman buah-buahan paling banyak terdapat pada Distrik Bintuni berupa tanaman buah Alpokat 40 ton, mangga 40 ton, rambutan 78 ton, langsat 7 ton, jeruk siam 430 ton, pisang 284 ton, nanas 40 ton, salak 100 ton, nangka 88 ton, jambu air 39 ton, durian 78 ton dan kedondong 6 ton.